Tentang Ikan Koi

Apa Penyebab Ikan Koi Mati Massal??

Penyebab ikan koi mati massal. Masih simpang siur penyebab dari penyakit yang menyebabkan kematian massal pada ikan. Sehingga membuat belum adanya obat yang diyakini dapat mengatasi hal tersebut. Meski beberapa orang menyebutkan menggunakan garam ikan, namun garam hanya bertindak sebagai pencegahan sebelum terjadinya serangan penyakit.

BEBERAPA PENDAPAT TERKAIT PENYEBAB IKAN KOI MATI MASSAL

Sebelumnya, banyak yang mengira bahwa bakteri menjadi salah satu penyebab penyakit tersebut. Berbagai jenis bakteri menjadi bahan pengamatan dalam berbagai jurnal ikan internasional. Bakteri seperti Acavide, Aeromonas Hidrophila, Asalmonicida, Asorbria serta Flavobacterium Psychophila tidak ditemukan dalam kasus ini.

Beberapa negara yang peduli ikan menyimpulkan, infeksi sejenis virus menjadi indikasi awal terjadinya penyakit. Namun studi tentang penyebaran penyakit yang dilakukan ahli Amerika Serikat dan Jerman belum menemukan penyebab pasti dari masalah ini. Karena perbedaan lokasi nyatanya juga disebabkan oleh virus yang berbeda.

Ada juga pendapat sebagian besar pecinta Koi menduga bahwa penyebab utama kematian Koi dalam jumlah besar adalah Virus. Virus Herpes Koi (KHV) menjadi momok menakutkan bagi para pecinta Koi, pasalnya penyakit ini cukup mematikan bagi ikan. KHV dapat dengan mudah membunuh ikan Koi kesayangan anda dalam jumlah besar hingga tak tersisa satupun. Namun KHV ternyata bukan satu-satunya penyakit yang dapat menyebabkan kematian massal pada Koi.

Pendapat lain mengatakan bahwa penyebaran penyakit terjadi akibat adanya kontak langsung dengan ikan Koi yang sakit. Karena sebagian besar kasus serangan penyakit terjadi saat masuknya ikan baru. Untuk kolam Koi yang telah diisi dalam jangka waktu tahunan dan tidak ada penambahan ikan baru dari luar kolam.Maka potensi terjadinya penyakit tersebut hampir tidak ada.

APA SAJA TANDA-TANDA IKAN KOI TERSERANG PENYAKIT??

Sebagai pencegahan agar ikan koi tidak mudah mati. Mengetahui gejala awal penyakit pada koi dapat dilakukan dengan mengamati secara langsung fisik maupun perilaku ikan Koi. Semakin cepat gejala diketahui, maka semakin cepat juga tindakan penanganan dapat dilakukan.
Beberapa tanda umum dari Koi yang sakit adalah :

𓆟Koi terlihat bermalas-malasan.
𓆟Nafsu makan menurun bahkan hilang.
𓆟Gerakan pernafasan terlihat lebih cepat.
𓆟Koi terlihat lebih sering berada di dasar kolam, atau;
𓆟Terlihat lebih diam ditengah kolam.

Ketika gejala awal ini terjadi biasanya produksi lendir pada ikan menjadi meningkat. Bahkan terlihat lendir keluar dari insang dan tetap menempel. Kelebihan produksi lendir ini membuat sisik ikan terlihat lebih berkilau. Jika ikan dapat bertahan, maka produksi lendir akan berhenti dan sisik terlihat normal kemudian menjadi kusam dan kering.

Bagian tubuh yang pertama diserang biasanya adalah bagian pangkal ekor, dada dan bagian bawah perut. Gejala ini mengakibatkan permukaan tubuh menjadi kasar dan terlihat berpasir.

YANG HARUS DIPERHATIKAN UNTUK MENCEGAH IKAN KOI MATI MASSAL

Yang perlu diperhatikan disini adalah saat penambahan ikan baru yang berpotensi membawa bibit penyakit. Karantina ikan yang baru datang mutlak perlu dilakukan. Walaupun ikan terlihat sehat namun bisa jadi membawa bibit penyakit dari tempat sebelumnya. Karantina ikan baru, dapat dilakukan selama 2-4 minggu kedalam kolam dengan suhu antara 18- 26°C . Tambahkan juga garam ikan sebanyak 2-5 Kg untuk setiap meter perseginya. Dengan melakukan beberapa langkah tersebut, diharapkan kematian koi secara massal dapat di hindari.

Suhu air menjadi salah satu faktor penting dalam munculnya penyakit tersebut. Gejala klinis hanya terjadi pada kolam yang mengalami perubahan suhu yang signifikan antara 18- 26°C . Ikan yang berada pada suhu 18- 26°C rentan akan serangan penyakit ini. Manipulasi suhu pada kolam hingga diatas 26°C dapat dilakukan untuk penanganan awal.

Selain itu, derajat keasaman ideal untuk kolam ikan koi adalah sebesar pH 6,5-8,0. Akan tetapi ikan koi bisa bertahan hidup pada kondisi air yang bernilai pH 7,0-8,5. Alat untuk mengukur pH adalah pH meter atau pH lakmus universal. pH lakmus ideal antara 6,5-8.0. maka dari itu, diharapkan dengan cara ini dapat menekan angka kematian pada Koi.

Untuk informasi lebih lengkap, jangan lupa kunjungi Sumberkoi.com

Sumberkoi.com adalah Situs yang berisi informasi seputar Ikan Koi, berbagai kumpulan artikel menarik tentang ikan koi, serta memberikan solusi bermanfaat bagi kita semua.

Post Comment