Ikan koi adalah salah satu jenis ikan Hias yang di gemari oleh banyak kalangan para pecinta ikan hias. Ikan koi sendiri masih satu keluarga dengan ikan mas dengan memiliki nama latin Cyprinus caprio. Ikan hias ini merupakan hasil dari sebuah persilangan antara berbagai jenis ikan mas dan pertama kali di poopulerkan di jepang.

Budidaya ikan koi di Indonesia sedang booming karena harga jual ikan koi yang tinggi. Banyak para pembudidaya ikan koi yang sukses dan mendapatkan omset perbulan yang lumayan besar. Seorang pembudidaya ikan koi mampu meraup keuntungan 10 hingga 20 Juta Rupiah per bulan.

Cara budidaya ikan koi tidak terlalu susah. Makanan ikan koi mudah untuk didapatkan, cukup dengan memberikan pelet ikan berkualitas maka ikan koi cepat tumbuh besar.

Beberapa keunggulan dari budidaya ikan koi adalah :

  1. Terknologinya mudah diterapkan dan sederhana. Sehingga siapapun bisa menerapkannya.
  2. Untuk memelihara ikan hias tidak harus berskala besar dengan lahan yang luas. Cukup skala rumah tangga dengan ukuran lahan sempit juga sudah bisa dijalankan (budidaya ikan Koi di rumah)
  3. Memiliki waktu panen yang cepat sehingga dilihat dari sisi perputaran modal akan menguntungkan.
  4. Memerlukan tenaga kerja agar dapat berkembang dengan baik, sehingga bisnis ikan hias juga bisa menjadi salah satu peluang menyerap tenaga kerja
  5. Terdapat pangsa pasar yang luas baik pasar lokal maupun ekspor, sehingga peluang pengembangannya juga akan luas.

Cara Memilih Indukan Koi

Memilih indukan memegang peranan penting dalam budidaya ikan koi. Indukan yang bagus secara genetis akan menghasilkan keturunan yang bagus, begitu kira-kira hukum umumnya. Indukan berkualitas biasanya dimiliki oleh penangkar atau para pehobi. Bila kesulitan menemukan indukan yang baik, bisa dengan jalam meminjamnya dari para pehobi.

Pehobi biasanya mengoleksi ikan koi yang berkualitas, baik untuk dipelihara sendiri maupun untuk kontes. Namun para pehobi ini rata-rata tidak memiliki keterampilan atau waktu untuk mengawinkan ikannya. Padahal, untuk menjaga agar ikan tetap bugar salah satunya harus dikawinkan jika telah tiba waktunya.

Di sini pembudidaya bisa kerja sama dengan pemilik ikan. Dimana pemilik diuntungkan karena ikannya bisa dikawinkan dan pembudidaya bisa mendapatkan keturunan berkualitas. Sebagai imbalannya, biasanya si pemilik dipersilakan memilih satu atau dua ekor ikan hasil perkawinan.

Selain keturunan atau sifat genetis, calon indukan ikan koi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Umur ikan sudah cukup matang, lebih dari 2 tahun
  • Memiliki jenis yang sama atau mendekati, misalnya kohaku dengan kohaku
  • Bentuk tubuh ideal, dari atas tampak seperti torpedo
  • Gaya berengang tenang dan seimbang
  • Warna cemerlang dan kontras
  • Sehat, gerakannya gesit tidak banyak diam di dasar kolam.
  • Indukan jantan dan betina telah matang gonad.

Cara Membedakan Ikan Koi Jantan dan Betina

Cara membedakan indukan ikan koi jantan dan betina sangatlah mudah. Ikan koi jantan memiliki bentuk tubuh panjang dan ramping. Sedangkan indukan betina memiliki ukuran tubuh besar dan perut buncit. Ciri indukan betina seperti ini menandakan bahwa indukan ikan koi betina siap untuk di jodohkan.

Syarat kolam pemijahan koi

Kolam pemijahan dibuat terpisah dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai pintu masuk dan pintu keluar air tersendiri. Seluruh kolam harus diplester dan dapat dikeringkan.

Luas kolam pemijahan bervariasi.Untuk kolam sempit boleh seluas 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5m. Lokasi kolam cukup mendapat sinar matahari, tidak terlalu berisik, terlindung dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan.

Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Kolam penetasan, bentuknya bisa persegi panjang atau bulat. Kalau bulat diameter 1,5 sampai 2 m.

Tambah satu kolam lagi jika ada, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami dipakai untuk mensuplai pakan benih jika kuning telur telah habis. Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luas kolam antara 6-10 m2, cukup memadai.

Dinding kolam bisa dilapisi vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihan dan efek dari semen bisa dihilangkan.

Cara Budidaya Ikan Koi di Kolam

Ada tiga jenis kolam yang bisa kita pilih untuk budiday ikan koi. Pertama budidaya ikan koi di kolam terpal, kedua budidaya ikan koi di kolam beton, ketiga cara budidaya ikan koi diaquarium. Tempat budidaya ikan koi seperti ini tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan perhatikan cara budidaya ikan koi diberbagi tempat.

Budidaya Ikan Koi di Kolam Terpal

Tempat budidaya ikan koi seperti ini dirasa lebih efisien. Kolam terpal sangat mengirit dana, karena kita hanya butuh terpal dan bilah bambu untuk membuat kolam  terpal. Kekurangan dari budidaya ikan koi di kolam terpal adalah tidak tahan lama dan mudah bocor. Terpal hanya akan bertahan kurang lebih 1 sampai 2 tahun pemakaian.

Budidaya ikan koi dikolam terpal jarang dipakai oleh para pembudidaya ikan koi profesional karena mereka menganggap kolam terpal kurang alami seperti habitat asli ikan koi. Tetapi ini kembali kepada anda yang ingin membudidayakan ikan koi dirumah

Budidaya Ikan Koi di Kolam Beton

Budidaya ikan koi di kolam beton sangatlah efektif. Kolam beton merupakan tempat pembudidayaan ikan koi yang paling banyak digunakan oleh para pembudidaya ikan koi profesional. Hal ini dikarenakan mudahnya untuk membersihkan tempat dan berdaya tahan lama. Kolam beton budidaya ikan koi mampu bertahan 5 hingga 10 tahun, dan tergantung perawatan yang diberikan.

Tetapi kekurangan budidaya ikan koi di kolam beton adalah pada saat pertama membuat kolam. Biaya pebuatan kolam beton tidak sedikit, tetapi seiring berjalannya waktu akanmodal tersebut  tergantikan oleh keuntungan yang akan didapat. Keuntungan budidaya ikan koi di kolam beton dari kolam lainnya adalah ikan koi lebih merasa tenang dan nyaman, sehingga mempu mempercepat proses pemijahan.

Budidaya ikan koi di Kolam Tanah

Persiapan untuk budi daya koi dengan kolam tanah meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material kayu atau bambu untuk pagar ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah koi yang akan dipelihara. Untuk bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor koi ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi pagar atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi pembatas.

Cara Budidaya Ikan Koi di Aquarium

Cara budidaya ikan koi di aquarium sangat menguntungkan kita yang tidak memiliki lahan luas, tetapi tempat ini jarang digunkan untuk budidaya ikan koi. Budidaya ikan koi di aquarium jarang dilakukan karenakan sering membuat ikan koi stres.

Ukuran aquarium yang sempit menyulitkan pergerakan ikan koi indukan, dan ikan koi akan merasa stress jika terlalu sering dilihat orang. Menurut saya jika anda seorang pemula pembudidaya ikan koi maka gunakanlah jenis kolan tembok. Walaupun awal-awal membutukan anggaran banyak, akan tetapi kolam beton bisa bertahan lama dan lebih menguntungkan.

Pemijahan Indukan Ikan Koi

Tahapan budidaya ikan koi selanjutnya adalah pemijahan indukan ikan koi. Setelah kurang lebih 1 minggu masa penjodohan indukan, maka ikan koi betina siap untuk bertelur. Ada dua tahapan pengeluaran telur ikan koi, yaitu membiarkan ikan koi bertelur sendiri atau dibantu kita.

Untuk tahapan membiarkan ikan koi bertelur sendiri, kita hanya tingga menyiapakan tanaman air dan serabut kelapa untu penempelan talur. Sedangkan bertelur dengan bantua kita, indukan ikan koi yang siap bertelur harus dibius terlebih dahulu. Setelah ikan koi halusinasi kita tinggal menekan perut ikan koi untuk mengeluarkan telurnya.

Setelah telur ikan koi keluar, cara selanjutnya adalah mengeluarkan sperma indukan ikan koi jantan. Cara mengeluarkan sperma hampir sama bahkan lebih mudah. Setelah telur dan sperma keluar, kita tinggal aduk-aduk secara merata dengan bulu ayam. Tahapan selanjutnya tinggal menempatkan telur pada aquarium. Sekitar 2-3 hari maka bibit ikan koi akan mentas.

Cara pemijahan budidaya ikan koi seperti ini banyak digunakan karena lebih efisien waktu dan telur akan memiliki  hasil tetas lebih besar. Biarkan bibit ikan koi hingga mencapai umur 1 minggu. Setelah cadangan makanan habis, kita bisa memberi makan bibit ikan koi berupa kutu air.

Perawatan Bibit Ikan Koi Kecil

Cara budidaya ikan koi selanjutnya dalam tahap perwatan bibit ikan koi. Tempat yang sangat cocok untuk pembesaran bibit ikan koi adalah aquarium. Di aquarium kita bisa mamantau pertumbuhan ikan koi dan bisa memisahkan mana ikan koi yang sakit dan memiliki ukuran terlalu besar untuk dipindahkan ketempat lain.

Ini dikarenakan anakan ikan koi berukuran besar akan menghabiskan makanan dan mengahambat pertumbuhan ikan koi yang lebih kecil. Anakan ikan koi yang baru menetas usia 1-2 minggu sangat rentan mati. Cara yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan ikan koi adalah dengan mengatur kadar Ph pada Aquarium. Keasaman yang cocok untuk bibit ikan koi adalah sekitar pH 6,5-7 , dan memiliki suhu air sekitar 25-30 C. Suhu pada aquarium cukup dijaga dengan memberikan lampu ukuran 5 Watt.

Makanan Ikan Koi Kecil

Tahapan yang terakhir untuk budidaya ikan koi adalah pemberian makanan. Ikan koi yang baru menetas akan membawa cadangan makanan di perutnya. Cadangan makanan ikan koi kecil  akan hilang setelah 4-5 hari pasca penetasan.

Untuk menyambung asupan nutrisi ikan koi  kecil yang baru menetas, kita bisa memberikan potongan cacing sutra beku atau dengan memberikan kutu air berukuran kecil. Setelah berusia 3 atau 4 minggu, ikan koi anakan sudah bisa diberi makan pelet kecil dan sudah siap ditempatkan di kolam terbuka.

Mengatur jumlah ikan di kolam

Jumlah ikan koi yang bisa di pelihara dalam sebuah kolam ditentukan oleh besarnya kolam tersebut.  Namun supaya pertumbuhan ikannya baik maka jumlah ikan di kolam tersebut diusahakan jangan terlalu padat.

Termasuk juga untuk menghitung ruang untuk pertumbuhan ikan nantinya (budidaya ikan koi di kolam kecil).

Atur jumlah pakan yang diberikan

Pakan  yang diberikan untuk ikan koi perlu diberikan dengan dosis yang tepat.  Pemberian pakan terlalu banyak justru dapat mempercepat kotornya kolam dan itu tidak baik untuk pertumbuhan ikan koi.

Menjaga Kondisi air kolam tempat memelihara ikan koi

Kolam yang digunakan untuk budidaya ikan koi haruslah kolam yang bersih dengan suhu yang terjaga.  Untuk itu perlu adanya sistem filter dan seminggu sekali kolam perlu dibersihkan dan diganti.

Faktor kebersihan air ini sangat menentukan kesehatan ikan koi sehingga perlu betul-betul diperhatikan.

Perhatikan jumlah oksigen yang ada di dalam kolam

Ikan koi yang dipelihara perlu diperhatikan setiap hari kalau-kalau kekurangan oksigen.  Ciri-cirinya biasanya adalah ikan sering naik ke permukaan air dengan membuka mulutnya.

Waktu yang tepat untuk mengamatinya adalah di waktu subuh.  Kekurangan oksigen termasuk faktor yang banyak menyebabkan kematian pada ikan koi.  Jika gejala kekurangan oksigen mulai muncul maka perbanyaklah jumlah aerator di dalam kolam.

Usia koi yang dipelihara

Untuk dapat belajar mengamati pertumbuhan koi dari kecil maka akan lebih baik jika memelihara Koi yang berukuran kecil sekitar 10 – 20 cm.  Disamping harganya juga masih agak murah sehingga bisa menghemat biaya pembelian bibit ikan koi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sumberkoi.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consecte adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore


Services

  • UI Design
  • Digital Strategy
  • Social Media
  • Content Writing

Contact

  • Jl. Sunset Road No.815 Kuta, Badung, Bali – 80361
  • (021) 123 – 4567
  • support@domain.com