Properti Kolam Koi

Desain Kolam Ikan Koi Minimalis Untuk di Rumah

Desain kolam ikan koi minimalis. Bagi pecinta binatang air, memikirkan desain kolam tentu menjadi hal utama yang wajib dilakukan. Tak heran jika banyak orang memilih desain kolam ikan yang bagus serta semenarik mungkin. Saat ini desain kolam ikan koi yang minimalis menjadi salah satu desain kolam yang banyak diminati. Apalagi oleh para pemilik rumah yang menyukai berbagai jenis ikan koi.

Kolam merupakan rumah bagi ikan koi, sehingga kondisinya harus dipersiapkan sebaik mungkin agar ikan-ikan yang dipelihara nantinya sehat dan berumur panjang. Maka dari itu, hal-hal seputar pembuatan kolam sudah harus dipikirkan secara matang dari jauh-jauh hari. 

Baik dari segi penempatan, model, bentuk, dan banyak faktor lainnya yang harus diperhatikan. Sebab, ketika kolam ikan koi sudah jadi dan terdapat kesalahan, akan susah untuk dibongkar. Sekalinya bisa pun, tentu memakan dana yang tak sedikit.

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMBANGUN KOLAM IKAN KOI MINIMALIS UNTUK DIRUMAH

1. Pemilihan Lokasi.

Pada dasarnya kolam ikan koi bisa dibuat di dalam atau di luar ruangan. Hal yang perlu di perhatikan adalah, kolam harus terkena sinar matahari tapi jangan terlalu banyak karena nanti akan cepat tumbuh alga dan lumut. Dan juga jangan terlalu lembab yang tidak ada sinar matahari sama sekali, kondisi kolam akan kurang sehat dan mempengaruhi ke ikan koi tersebut.

Selain itu jika koi kekurangan sinar matahari maka warna corak ikan koi akan memudar. Pasti kamu tidak akan mau kan hal ini terjadi. Maka dari itu, usahakan untuk membuat sebuah kolam yang lumayan terang. Jika kolam ikan koi berada di dalam ruangan, maka Anda dapat menyinarinya dengan lampu pijar sebagai pengganti cahaya matahari.

2. Faktor Keamanan.

Jauhkan balita dari kolam koi. Balita biasanya akan berusaha mendekati kolam. Bila tidak diawasi, sangat mungkin timbul risiko tercebur atau bahkan tenggelam.

Tentu hal ini sangat berbahaya. Jangan sampai pembangunan kolam koi tidak membahayakan aktivitasnya.Upaya lain yang bisa dilakukan adalah membuat pembatas antara kolam dan tempat bermain anak untuk meminimalisir hal buruk yang tak diinginkan.

3. Jenis Bahan Dalam Membuat Kolam.

Adapun kolam permanen yang terbuat dari adukan semen cenderung lebih awet dan tahan lama. Karena sifatnya permanen, kolam ini tak bisa dipindah-pindah. Kemudian kolam non permanen yang terbuat dari fiberglass memang mudah dipindahkan, praktis, cepat, dan murah. 

Namun sayangnya, ketika memasan perpipaan, sistem filtrasi pada kolam ini cukup rumit. Salah sedikit saja, dapat menyebabkan kebocoran.

4. Desain Kolam Ikan Koi.

𓆟 Model Formal. Biasanya berbentuk persegi panjang seperti kolam renang sehingga lebih luas. Walaupun menciptakan kesan kaku, anda bisa mempercantiknya dengan air mancur maupun air terjun.

𓆟 Model Informal. Dibuat sealami mungkin dengan dihiasi bahan-bahan alam, seperti batu-batuan dan tanaman hias sebagai pemanis kolam.

5. Ukuran Kolam Ikan Koi.

Ukuran kolam yang akan dibuat harus disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia dan tergantung dari jumlah dan ukuran ikan yang akan dipelihara. 

Misalnya kolam seluas 1 m2 cukup diisi 2 ekor ikan berukuran 20 cm. Kolam seluas 2 m2 bisa diisi 20 ekor ikan berukuran masing-masing 5 cm.  Hal ini dilakukan agar ruang gerak ikan tidak terhambat. 

6. Kedalaman Kolam Ikan Koi.

Selain ukuran, kedalaman kolam pun wajib disesuaikan dengan ukuran dan populasi koi karena berhubungan dengan kenyamanan hidup mereka.

Kedalaman kolam ikan koi umumnya berkisar 1,2 – 1,5 m dengan kedalaman minimal 80 cm. Namun jika kamu mau memelihara koi jumbo, kedalaman kolam yang biasa dipakai bisa mencapai 2,4 m.  Untuk menghindari koi loncat, beri jarak minimal 25 cm antara permukaan air dengan batas kolam tertinggi.

Kedalaman kolam sangat penting untuk diperhatikan. Sebab jika kolam terlalu dangkal, koi akan lebih mudah terkena sinar matahari. Warnanya pun akan memucat, tubuhnya tidak dapat tumbuh besar, dan kolam pun bisa ditumbuhi lumut.

7. Saluran Pembuangan Kolam Ikan Koi.

Pikirkan pula tempat pembuangan kotoran baik itu feses koi maupun sisa pakan yang mengendap di dasar. Lengkapi kolam dengan saluran pembuangan berbentuk lereng berlubang.

Ukuran panjang, lebar, dan kedalamannya 30 x 30 x 30 cm, dan diletakkan di bagian tengah kolam. Buat bagian dasar kolam agak miring ke arah samping supaya kotoran mudah terjatuh ke saluran pembuangan.

Caranya dengan membuat bagian dasar kolam lebih rendah 3 cm setiap jarak 1 m. Supaya ikan koi tidak masuk dan tersangkut di dasar kolam, pasang kawat ram di permukaan lubang.

8. Penaung.

Ikan koi sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari yang terlalu banyak. Tanpa penaung, ikan di dalam kolam bisa menderita karena sengatan matahari. 

Belum lagi air hujan dan kotoran akan mudah masuk ke dalam kolam sehingga berdampak pada perubahan kualitas air. Maka dari itu, naungan sangat dibutuhkan di kolam ikan koi.

Untuk hasil terbaik, disarankan untuk menutupi hampir 60% permukaan kolam koi dengan tanaman kolam terapung, seperti bunga lili air. 

SISTEM FILTRASI KOLAM KOI

Sistem filtrasi kolam koi memiliki tujuan untuk mengupayakan supaya oksigen dalam air kolam selalu berada dalam jumlah yang cukup untuk kelangsungan hidup ikan koi, ini karena oksigen sangat diperlukan untuk proses pencernaan koi.

Sementara hasil dari pencernaan ikan koi nantinya akan menghasilkan kotoran yang memiliki kandungan amonia dan bersifat racun untuk tubuh ikan koi. Maka dari itu, selain sebagai penghasil oksigen bagi ikan koi, sistem filtrasi juga akan berguna untuk membuang zat amonia berbahaya yang berasal dari pencernaan ikan koi.

Ada dua jenis filter yang dapat Anda pilih untuk digunakan pada kolam koi, yakni filter biologis dan filter mekanik. Cara kerja fileter mekanik adalah dengan mengalirkan air ke sebuah wadah yang di dalamnya ada media penyaring seperti kerikil, serbut, pasir, japmatt, kapas, pasir, saringan sieve, busa atau foam,  kapas atau bahan sikat.

Sedangkan fitler biologis bekerja melalui makhluk hidup lainnya yang akan menguraikan kotoran  di dalam kolam ikan koi. Beberapa makhluk hidup yang bisa digunakan sebagai media filter biologi adalah tanaman eceng gondok atau bisa juga tanaman filter lainnya seperti payung-payungan, tifa, melati air, dan tumbuhan air daun kupu-kupu.

TAHAP AKHIR SETELAH PEMBUATAN KOLAM IKAN KOI SELESAI

Setelah pembuatan kolam koi selesai, kolam tersebut tidak bisa langsung dipakai. Perlu tahap terakhir sebelum kolam benar-benar siap untuk di huni ikan koi kamu. Bukan tanpa alasan, karena kolam yang masih baru kandungan zat alkali yang dari semen masih sangat tinggi.

Untuk 1 minggu awal, kamu perlu menguras dan mengganti air setiap hari. Bisa juga menambahkan anti jamur dan bakteri.

Pada minggu ke dua hingga ke tiga mulailah menata aksesoris yang ingin di berikan pada kolam. Di tahap ini anda juga sudah bisa menambahkan tanaman air sambil mengetes apakah sudah layak dan aman untuk makhluk hidup. Dalam tahap ini juga filter sudah aktif dan jalan, pastikan bekerja dengan baik.

Di minggu ke empat jika proses diatas berjalan lancar kamu bisa mulai untuk menambahkan ikan koi ke dalam kolam koi kamu.

Memang prosesnya sangat panjang, namun ini bertujuan agar ikan koi kamu bisa sehat. Tak mau kan harga ikan koi mahal malah mati karena kolam koi yang kurang layak di huni?

Nah itulah sedikit pembahasan tentang desain kolam ikan koi minimalis dirumah serta proses pembuatannya. Bisa untuk anda tiru jika sekarang lagi mau membuat kolam koi. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa kunjungi website sumberkoi.com serta Instagram @sumberkoiblitar untuk informasi lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Post Comment