Budidaya Ikan Koi

Fase Perkembangbiakan Ikan Koi yang Wajib Diketahui Pemula

Fase Perkembangbiakan Ikan Koi yang Wajib Diketahui Pemula

sumber: sumberkoi.com

Peminat ikan koi di Indonesia – sangatlah banyak, motif kolektorpun berbeda-beda. Mulai dari kepercayaan mampu memberi hoki atau karena menganggap ikan koi sebagai objek seni, dilihat dari segi keindahan warna, corak dan bentuknya. Ikan koi juga dianggap sebagai ikan yang dapat dilatih agar bersahabat dengan manusia. Tak heran jika banyak sekali orang yang berbondong-bondong memelihara.

Seiring kepopulerannya, banyak orang yang berinisiatif untuk memelihara untuk dibudidayakan agar bisa perjual belikan. Nah, untuk itu sumberkoi.com  membagikan informasi mengenai proses perkembangbiakan ikan koi yang wajib diketahui oleh pemula.

Sebelum berkembangbiak, ikan koi harus mencapai ukuran 10 inci atau 25,4 cm atau lebih. Jika sudah mencapai ukuran ini, koi-koi akan mencapai kematangan seksual dan organ reproduksi akan berkembang sepenuhnya. Koi jantan juga akan mulai mengembangkan punggung yang seragam di sepanjang kepala mereka dan diatas tulang sirip dada (bubungan).

Sebelum bertelur, ikan koi harus rutin dipisah sepanjang tahun, apalagi pada musim hujan, aroma tanah kering yang tergenang air hujan akan merangsang ikan koi betina bertelur dan ikan koi jantan menghasilkan sperma.

Ikan koi betina yang akan bertelur biasanya memiliki ciri perut buncit. Biasanya tumbuh selama 20-40 hari. Pada fase ini selain  perubahan fisik pada warna tubuhnya, umunya akan memiliki bintik-bintik berwarna merah atau hitam di perut dekat lubang angin.

Menjelang pemisahan induk,secara alami ikan koi akan mencari tempat rimbun yang fungsinya menutupi permukaan air seperti akar tananaman yang mana fungsinya sebagai tempat menempelkan telur. Dalam satu siklus perkawinan, ikan koi betina dewasa bisa menghasilkan ratusan ribu telur yang siap untuk menetas.

Telur ikan koi biasanya bentuknya bulat dengan warna bening, diameter ukuran 1.5-1,8 mm dengan berat 0.17-0,20 mg. Dalam segi ukuran dan berat telur bervariasi. Hal ini karena tergantung pada umur, ukuran dan berat induk. Fase selanjutnya embrio akan bertumbuh didalam  telur yang sudah dibuahi oleh spermatozoa dari ikan koi jantan.

Kemudian setelah fase embrio yang bertumbuh didalam telur yang sudah dibuahi embrio, telur akan menetas dan berubah menjadi larva selama 2-3 hari. Bentuk larva seperti memilki kantong kuning telur dengan ukuran relative besar yang fungsinya sebagai cadangan makanan bagi larva yang akan habis dalam 2-4 hari. Ukuran larva 0,5-0,6 mm dengan berat 18-20 mg. Bentuknya menempel  pada tubuh larva dan bergerak secara vertikal.

Pada fase  4-5 hari larva berubah menjadi kebul yang mana membutuhkan persediaan makanan dari luar guna menopang hidupnya. Pakan alami kebul adalah zoonplankton, dimana membutuhkan sebanyak 60-70 % dari berat tubuhnya.

Sehabis 2-3 minggu, kebul berubah menjadi burayak yang ukurannya 1-3 cm dengan berat 0,1-0,5 gram. Kemudian burayak akan menjadi putihan yang benih yang akan siap diedarkan dengan ukuran 3-5 cm dan berat 5-2,5 gram.

Putihan akan lanjut bertumbuh selama tiga bulan dengan berat 100 gram, hingga disebut gelondongan. Gelondongan akan tumbuh hingga menjadi induk ikan koi dan setelah enam bulan bobot induk jantan akan mencapai 500 gram dan induk betina mencapai bobot 1,5 kg.