Penyakit ini disebabkan oleh parasit Costia yang sangat berbahaya. Sebagian besar penyakit yang terjadi pada ikan koi ini berasal dari kualitas air yang buruk yang mana dengan begitu dapat mengakibatkan ikan koi mengalami stress sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun, disisi lain kualitas air yang buruk merupakan tempat sumber penyakit tumbuh dengan baik.

Parasit costia ini dapat ditemukan menempel pada tubuh ikan koi dan bisa bervariasi setiap spesiesnya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi akuarium dan juga kualitas air yang digunakan  sangat rendah.

Menurut pakar ikan hias,kadar untuk pH yang ideal untuk ikan koi ialah 7,2-7,4. Sehingga apabila tidak mencapai pH yang ideal, maka sudah dapat dipastikan dapat menjadi sebuah lingkungan yang mudah tercemar akan parasit seperti costia dan tidak cocok untuk pertumbuhan menyeluruh pada ikan koi.

Adapun penyakit yang ditimbulkan parasit ini menyebabkan sisik terangkat keatas dan akhirnya mengelupas. Pada awalnya penyakit ini hanya menyerang sisik ikan namun pada akhirnya akan merambat keseluruh tubuh pada ikan.

Tumbuhnya parasit ini kemungkinan besar akibat lingkungan yang kurang baik dan tercemarnya air dalam kolam. Parasit ini umumnya menyerang ikan koi terutama famili Doitsu.

Ikan koi yang terjangkit dengan jumlah parasit costia terbanyak rata-rata adalah yang mempunyai usia dewasa, hal itu berdasarkan pada ciri morfologi, bahwa jenis ikan koi yang terserang parasit kasat mata akan menunjukkan ciri-ciri memiliki area bagian bawah berwarna putih (White spot). Lalu juga diikuti pada bagian sisik yang banyak yang mengelupas, dan juga terdapat adanya area yang berwarna merah hingga adanya beberapa bagian tubuh yang terlihat seperti tertutup tepung.

Gejala klinis

  1. Ikan koi akan sering berenang secara liar dan suka menggosokkan badannya ke dinding kolam
  2. Ikan koi yang terkena kutu  bulat akan cenderung berdiam di sudut atau pancuran pada kolam
  3. munculnya luka lalu terinfeksi kutu bulat,dan hal itu juga akan terlihat jelas adanya bekas tempat gigitan dengan lapisan lendir secara berlebih
  4. ikan koi akan kehilangan nafsu makan dan akan terlihat lemas
  5. Jika ikan koi berenang dengan salah satu sirip dan bagian sirip samping ini sedikit membulat, maka parasit costia ini benar-benar sudah mencakup level darurat, maka hal yang anda lakukan hanyalah memantau kondisi ikan terlebih bagian sirip saja, atau juga bisa pada bagian ekor ikan koi yang mana bagian ekor merupakan tempat yang disukai oleh parasit costia ini, maka dengan begitu akan nantinya akan nampak secara detail dan jelas. Jika terdapat bintik bintik berwarna putih susu maka sudah dapat dipastikan bahwa ikan koi terkena penyakit parasit costia yang sedang menempel pada sirip atau ekor ikan koi
  6. Jika sudah dalam level yang parah biasanya ikan koi akan berdiam diri di dasar kolam dan tidak mau makan, ikan koi juga akan tergolek lemas dan justru akan berenang secara terbalik
  7. Untuk ciri-ciri lain terdapat semacam bisul dengan adanya bintik yang berwarna putih dan kasus lain juga menjelaskan jika terdapat adanya benjolan kecil berwarna putih yang berisi lendir hasil dari parasit costia itu, maka anda dapat memijat benjolan itu secara perlahan agar keluar lendir itu, dan pastikan juga keluar dari bintik tersebut agar ikan koi cepat sehat

 

Cara pencegahan

  1. Pastikan agar jumlah ikan koi yang ada di dalam kolam dalam keadaan seimbang
  2. Pastikan juga bahwa drainase di dalam air kolam lancar tanpa kendala
  3. Siapkan juga penyaringan dan sirkulasi air yang mana dapat dilakukan secara teratur agar mutu di dalam air tetap terjaga dengan baik
  4. Selalu respon cepat ketika penyakit sedang menjangkit pada tubuh ika n koi secara cepat dan tanggap
  5. Pastikan juga bahawa anda jangan membuang lumut yang ada pada kolam. Dengan adanya lumut yang menempel pada dinding kolam akan menjaga perut ikan tidak mudah terluka ketika berenang
  6. Selalu atur suhu di dalam air kolam agar stabil sepanjang hari
  7. Waspadai juga agar kolam ikan koi ini dapat terhindar dari pengaruh paparan sinar matahari secara langsung
  8. Pastikan pasokan akan oksigen selalu ada di dalam kolam

 

Cara pengobatan

  1. Yang pertama,anda dapat menggunakan pinset untuk mencabut parasit white spot (jika hanya tampak 1-3 ekor kutu saja)
  2. Lalu kemudian anda dapat menambahkan Diflubenzuron dengan takaran 1 ppm per 1000 liter air.
  3. Lalu berikan pula Metrifonate dengan dengan takaran 0,3 – 0,7 ppm.
  4. Tambahkan sedikit Dylox dengan takaran 5-10 ppm
  5. Untuk yang terakhir ini pastikan anda menggunakan Trichlorfon dengan dosis 0,2 – 0,5 ppm

Pengobatan diatas bisa anda lakukan ketika ikan koi berada di bak karantina,jika hanya sedikit ikan koi yang terinfeksi, namun jika hampir seluruh ikan koi yang ada di dalam kolam terjangkit kutu bulat  ini maka pengobatan di kolam lebih disarankan.

Leave a comment