Pembiakan ikan koi telah menjadi bisnis yang menguntungkan karena ikan koi menjadi salah satu ikan hias yang paling terkenal. Saat ini banyak sekali restoran, taman, dan tempat rekreasi yang memelihara ikan koi guna untuk memperindah dan dipercaya sebagai sumber keberuntungan.

Ikan Koi berkembang biak dengan cara bertelur, ikan koi dapat dipijah sepanjang tahun, namun perkembangbiakan alaminya lebih sering terjadi pada awal musim hujan, aroma tanah kering yang tergenang air akan merangsang ikan betina menghasilkan telur dan ikan jantan menghasilkan sperma.

Pemijahan secara alami ikan koi akan terjadi pada tengah malam sampai pagi, menjelang pemijahan induk ikan koi akan aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air yang menutupi permukaan air, akar tanaman air ini yang akan digunakan sebagai tempat menempel telur.

Sebelum berkembangbiak, ikan koi harus mencapai ukuran 10 inci atau 25,4 cm atau lebih. Jika sudah mencapai ukuran ini, koi-koi akan mencapai kematangan seksual dan organ reproduksi akan berkembang sepenuhnya. Koi jantan juga akan mulai mengembangkan punggung yang seragam di sepanjang kepala mereka dan diatas tulang sirip dada (bubungan).

 Juga sebelum bertelur, ikan koi harus rutin dipisah sepanjang tahun, apalagi pada musim hujan, aroma tanah kering yang tergenang air hujan akan merangsang ikan koi betina bertelur dan ikan koi jantan menghasilkan sperma.

Ikan koi betina yang akan bertelur biasanya memiliki perut buncit. Biasanya tumbuh selama 20-40 hari. Pada fase ini selain  perubahan fisik pada warna tubuhnya, umunya di bagian perut akan memiliki bintik-bintik berwarna merah atau hitam.

Menjelang pemisahan induk,secara alami ikan koi akan mencari tempat rimbun yang fungsinya menutupi permukaan air seperti akar tananaman yang mana fungsinya sebagai tempat menempelkan telur. Dalam satu siklus perkawinan, ikan koi betina dewasa bisa menghasilkan ratusan ribu telur yang siap untuk menetas.

Berikut adalah cara-cara untuk mengembangbiakkan ikan koi ;

–   Siapkan tangki pemijahan setidaknya 1X1X2,5 meter.

–   Isi air bersih ke dalam tangki dan biarkan selama dua hari sebelum menempatkan indukan     koi.

–   Sediakan juga tanaman hidup atau bahan apapun seperti nilon untuk sarang ikan koi.

–  Gunakan cairan biru metilen untuk mendisinfeksi air untuk memastikan tingkat daya tetas          yang tinggi.

–   Pilih indukan koi dengan rasio 1 betina dan 3 jantan, lalu masukkan ke dalam tangki.

–   Pisahkan indukan koi terlebih dahulu sebelum dijadikan ke dalam satu tangki selama 20 menit.

–   Setelah 20 menit, satukan mereka.

–   Sediakan juga oksigen yang cukup dengan memberikan aerasi yang baik.

–   Tutupi tangki pemijahan agar ikan koi di dalam tangki dapat mengenal lingkungan baru.

–   Lalu biarkan ikan koi beradaptasi setidaknya selama 72 jam.

–   Periksa tangki saat pagi hari dan lihat apakah ikan koi sudah mulai bertelur.

–   Ikan koi betina akan menelurkan telurnya di sarang dan dikejar oleh ketiga pejantan untuk membuahi telurnya.

–   Setelah itu, tinggalkan selama 3 jam.

–   Jika sudah ditinggal selama 3 jam, pisahkan induk koi ke tangki yang berbeda.

–   Tunggu selama 5-7 hari sebelum telur akan menetas. Jangan lupa tetap sediakan oksigen untuk telur. Setelah hari ke-10 anakan ikan akan terlihat dengan jelas.

Telur ikan koi memiliki bentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5 – 1,8 mm dan berat 0,17 – 0,20 mg, untuk ukuran telur bervariasi tergantung umur, ukuran dan berat induk. Embrio akan tumbuh dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.

Telur ikan koi setelah 2-3 hari akan`menetas dan menjadi larva. Larva ikan koi mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva dan nantinya akan habis 2-4 hari. Untuk ukuranya, larva berukuran 0,5 – 0,6 mm dan berat 18 – 20 mg.  Pada fase 4-5 hari larva berubah menjadi kebul yang mana membutuhkan persediaan makanan dari luar untuk menopang hidupnya. Untuk pakan alami kebul adalah zoonplankton , yang mana membutuhkan sebanyak 60-70% dari berat tubuhnya.

Setelah 2-3 minggu, kebul akan berubah menjadi burayak yang ukuranya 1-3cm dengan berat 0,1-0,5 gram. Kemudian burayak tersebut akan menjadi putihan benih yang akan siap diedarkan dengan ukuran 3-5cm dan berat 5-2,5 gram.

Putihan akan terus tumbuh selama tiga bulan akan memiliki berat sekitar 100 gram dan disebut gelondongan, gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk ikan koi, dan setelah enam bulan dipeihara, bobot induk jantan akan mencapai 500 gram dan induk betina mencapai bobot 1,5 kg.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sumberkoi.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consecte adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore


Services

  • UI Design
  • Digital Strategy
  • Social Media
  • Content Writing

Contact

  • Jl. Sunset Road No.815 Kuta, Badung, Bali – 80361
  • (021) 123 – 4567
  • support@domain.com